Mempertahankan Integritas Tantangan Pelaksanaan Sekolah Online

foto ; istimewa

 “Tidak penting nilai kamu, tapi bagaimana kamu mendapatkan nilai. Ketika kamu jatuh, lalu kamu bangkit kembali untuk memperjuangkan, itulah yang paling penting, itulah nilai hidup sebenarnya."

 

JAKARTAINSIGHT.com | Pernyataan tersebut disampaiakan oleh  Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek, Chatarina Muliana Girsang saat mengisi kegiatan siniar #PojokDikbud bertajuk “Membangun Indonesia dengan Integritas” Sabtu, (23/5).

Dalam kesempatan tersebut, Chatarina menyampaikan definisi integritas setelah mendapat pertanyaan dari pemandu acara. Chatarina menjawab, integritas itu mengatakan apa yang dilakukan, dan melakukan apa yang dikatakan. “Jadi, kita harus jujur dan konsisten. Bahkan, kita harus lebih baik dari apa yang kita katakan tentang kita,” tuturnya melanjutkan penjelasan tentang definisi integritas.

Chatarina menyorot fenomena anak remaja zaman sekarang yang lebih bisa terbuka pada teman-teman, dibandingkan dengan orang tuanya sendiri. “Mungkin karena anak takut dimarahi orang tua bila jujur. Padahal, bila orang tua memarahi anaknya menurutnya karena rasa sayang, bukan benci,” terangnya.

Chatarina juga menekankan pentingnya beriman pada Tuhan untuk menjaga kita selalu berbuat jujur. Hal paling sederhana ditunjukkan dengan takutnya kita melanggar peraturan, karena pasti Tuhan mengetahuinya. “Kita jangan bangga bila kita bolos namun tidak ketahuan. Atau melanggar peraturan lalu lintas dan tidak ditangkap polisi. Padahal kita harus tahu melanggar peraturan itu membahayakan kita. Kita harus membangun budaya malu untuk melanggar peraturan,” ujarnya.

Selanjutnya, Irjen perempuan pertama dalam sejarah Kemendikbudristek ini juga membahas tentang cara untuk mempertahankan integritas dalam PJJ. Ia mengatakan, penting bagi orang tua menanamkan pada anak bahwa nilai itu bukanlah yang terpenting di sekolah. Justru cara mencapai nilai tersebut adalah yang harus dicermati. Kejujuran, kata Chatarina, merupakan kunci dalam mempertahankan integritas tersebut. Karena ketika anak memperjuangkan nilai dengan cara yang tidak jujur akan membebani hati nurani mereka.

Masih dalam tayangan siniar tersebut, Chatarina juga bercerita tentang pesan yang selalu Ia tanamkan pada anaknya, bahwa nilai bukanlah yang terpenting. “Tidak penting nilai kamu, tapi bagaimana kamu mendapatkan nilai. Ketika kamu jatuh, lalu kamu bangkit kembali untuk memperjuangkan, itulah yang paling penting, itulah nilai hidup sebenarnya,” lanjutnya menjelaskan pesan pada anaknya.

Dalam pekerjaan, Chatarina juga mengatakan integritas sangat penting, karena bila tidak jujur, kita tidak mungkin bekerja sama. “Bagi saya, itu harus menjadi prinsip hidup semua insan. Mengapa, karena bila kita tidak memiliki integritas, kita tidak mungkin bekerja sama, karena pekerjaan kita akan selalu bersinergi. Bila kita tidak bisa bekerja sama, kita tidak bisa berinovasi,” jawabnya.

Terakhir, Chatarina Muliana menjelaskan mengapa masyarakat butuh integritas. Ia berpendapat bahwa masyarakat berkarakter baik yang dapat membangun negara ini, karena cinta masyarakat terhadap negaranya dapat dilihat dari rasa kepemilikannya. Dalam memajukan Indonesia, harus adanya kerja sama, berkolaborasi. Peran integritas dalam hal ini yaitu membangun komitmen masyarakat untuk satu tujuan.

“Karena kita nggak mungkin memajukan negara ini sendiri. Kemendikbudristek harus bergandengan tangan dengan pemerintah daerah, dengan masyarakat, karena Indonesia sangat luas. Jadi, penting sekali untuk membangun komitmen bersama, lalu membangun kerja sama. Tanpa gotong royong, tidak mungkin kita sama-sama membangun negara ini. Seperti pepatah, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul,” pungkas Chatarina. 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Populer