Kian Mentereng, Pemerintah Optimis Dorong Ekspor Industri Elektronik

Ilustrasi gambar (istimewa)

"Merujuk data sepanjang tahun 2019, ekspor produk industri pengolahan mampu menembus hingga 126,57 miliar dollar AS atau menyumbang sebesar 75,5% terhadap total ekspor Indonesia yang menyentuh di angka 167,53 miliar dollar AS sepanjang tahun lalu."

 

JAKARTAINSIGHT.com | Industri elektronik di dalam negeri terus didorong untuk menembus dan memperluas pasar ekspor. Salah satu tujuannya adalah ke Amerika Serikat, sebagai upaya merebut peluang dari dampak perang dagang dengan China.

“Pemerintah bertekad untuk lebih menggenjot nilai ekspor nasional, terutama dari sektor industri, yang selama ini telah memberikan kontribusi paling besar,” kata Direktur Industri Elektronika dan Telematika, Kementerian Perindustrian, R. Janu Suryanto di Jakarta, Jumat (14/2).

Menurut Janu, peningkatan nilai pengapalan produk manufaktur dinilai cepat untuk memperbaiki defisit neraca perdagangan sekaligus dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pada peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Salah satu aspirasi dari roadmap tersebut adalah mendorong peningkatan net ekspor terhadap PDB,” ungkapnya. Merujuk data sepanjang tahun 2019, ekspor produk industri pengolahan mampu menembus hingga 126,57 miliar dollar AS atau menyumbang sebesar 75,5% terhadap total ekspor Indonesia yang menyentuh di angka 167,53 miliar dollar AS sepanjang tahun lalu.

“Apalagi, berdasarkan roadmap Making Indonesia 4.0, industri elektronik merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan agar lebih berdaya saing global, khususnya dalam kesiapan memasuki era industri 4.0,” paparnya.

Pada tahun 2019, nilai ekspor kelompok produk komputer, barang elektronik, dan optik mencapai USD1,1 miliar atau naik dibanding perolehan tahun 2018 sebesar USD1 miliar. “Kami meyakini, nilai ekspor dari produk elektronik kita akan meningkat di tahun ini,” ujar Janu.

Optimisme tersebut lantaran ceruk pasarnya masih terbuka lebar, termasuk ke negara nontradisional. “Sedangkan, akibat perang dagang, membuat berkurangnya pasokan produk elektronik dari China ke Amerika Serikat,” imbuhnya.

 

Penulis: Addo
Editor:Mika Syagi

Artikel Populer