Kembali ke PSBB Transisi di DKI Jakarta, Berikut Daftar Tempat Usaha yang Boleh Buka!

Ilustrasi restoran, salah satu tempat usaha yang boleh menerima pengunjung kembali saat PSBB transisi. (istimewa)

 

JAKARTAINSIGHT.com | Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali memberlakukan PSBB Transisi. PemProv DKI Jakarta juga sudah membolehkan beberapa tempat usaha dan pariwisata kembali beroperasi, setelah sebelumnya sempat dilarang.

Anies menegaskan dan menjelaskan bahwa keringanan dalam masa PSBB Transisi ini didasari oleh Pergub No 101 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Pergub No 79 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menetapkan aturan ini pada tanggal 9 Oktober 2020 lalu.

Lantas tempat usaha dan pariwisata apa saja yang sudah boleh buka kembali? Berikut daftarnya:

1. Restoran,Rumah Makan, dan Kafe
Saat PSBB ketat lalu, ketiga tempat ini boleh buka namun dilarang untuk melakukan makan ditempat (dine-in). Restoran, rumah makan, ataupun kafe termasuk jenis usaha dalam sektor esensial yang diizinkan.

Yang perlu diperhatikan adalah, Saat PSBB Transisi ini, waktu buka dan makan ditempat bagi pengunjung diizinkan mulai pukul 06.00-21.00 WIB.

Selain itu, restoran ataupun kafe yang memiliki izin TDUP live music/pub juga telah diizinkan menggelar live music dengan syarat tertentu.

Adapun untuk aturan makan ditempat dan live music untuk restoran maupun kafe:
a. Maksimal 50% kapasitas.
b. Jarak antar meja dan kursi min 1,5 meter, kecuali untuk 1 domisili.
c. Pengunjung dilarang berpindah-pindah atau berlalu-lalang
(melantai).
d. Alat makan-minum disterilisasi secara rutin.
e. Restoran yang memiliki izin TDUP live music/pub dapat menyelenggarakan live music dengan pengunjung duduk di kursi berjarak, tidak berdiri dan/atau melantai, serta tidak menimbulkan kerumunan.
f. Pelayan memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Bagi restoran atau kafe yang melanggar, sanksi pun mengancam. Sanksi tersebut berupa penutupan sementara sampai denda hingga Rp 150 juta.

 

2. Bioskop
Bioskop juga kini diperbolehkan dibuka kembali, namun dengan kapasitas maksimal pengunjung 25%.

Selain itu, pengaturan tempat duduk harus dibuat berjarak minimal 1,5 meter.

Kemudian juga, di dalam bioskop pengunjung yang datang dilarang untuk lalu lalang ataupun berpindah tempat duduk.

Penting, untuk petugas bioskop juga wajib mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Pemprov DKI dalam protokol kesehatan umum, mewajibkan pengelola untuk mendata pengunjung yang datang.

Pihak pengelola diharuskan menyediakan catatan untuk pengunjung semacam buku tamu, atau bisa juga dengan menggunakan teknologi digital.

Terakhir, jam operasionalnya diharuskan melalui persetujuan teknis. Nantinya pengelola gedung bioskop diharuskan mengajukan persetujuan teknis ke Pemprov DKI.

 

3. Pernikahan, Meeting, Workshop, dan Seminar
Saat penerapan PSBB ketat, akad nikah hanya diperbolehkan di KUA ataupun di dinas kependudukan dan pencatatan sipil.

Saat PSBB Transisi sekarang, penyelenggaraan pernikahan boleh/bisa dilaksanakan didalam gedung (indoor).

Begitu juga untuk beberapa kegiatan lainnya seperti meeting, workshop, dan seminar sudah diperbolehkan juga.

Namun semua tetap harus memperhatikan aturan berikut ini;
- Maksimal kapasitas 25 persen
- Jarak antar tempat duduk minimal 1,5 meter
- Peserta dilarang berpindah-pindah tempat duduk, atau berlalulalang (melantai)
- Alat makan-minum disterilisasi
- Pelayanan makanan dilarang dalam bentuk prasmanan
- Petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan

Sama seperti bioskop, jam operasionalnya diharuskan melalui persetujuan teknis.

Pengelola gedung diharuskan mengajukan persetujuan teknis ke Pemprov DKI.

 

4. Tempat Pariwisata
Beberapa tempat rekreasi atau pariwisata seperti Ancol, Taman Mini, dan Ragunan, yang saat PSBB ketat ditutup, kini bisa beroperasi lagi. Ketentuannya sebagai berikut:
- Maksimal 25 persen kapasitas.
- Pembelian tiket wajib secara daring (online).
- Melakukan pembatasan usia bagi pengunjung (usia di bawah 9 tahun dan di atas 60 tahun dilarang masuk).
- Pembatasan jumlah pengunjung wahana dan transportasi keliling.

Taman rekreasi dan pariwisata itu dapat beroperasi langsung saat PSBB Transisi. Namun jam kunjungannya dibatasi yaitu dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kemudian untuk wisata tirta yaitu wisata dan olahraga alam air, dapat beroperasi pukul 06.00 WIB hingga 17.00 WIB. Ketentuannya sebagai berikut:
- Maksimal 25 persen kapasitas.
- Mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada setiap wahana.
- Mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada kegiatan yang dilaksanakan di dalam air.

 

5. Tempat/fasilitas Olahraga
Dalam kegiatan olahraga, beberapa fasilitas yang berada di dalam ruangan dapat beroperasi pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Namun sebelumnya, pihak pengelola diharuskan mengajukan permohonan pembukaan usaha. Sedangkan ketentuannya sebagai berikut:
- Maksimal 50 persen kapasitas.
- Tanpa dihadiri penonton.
- Menerapkan SOP secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama.
- Mengatur alur pergerakan orang yang berada dalam arena dan menjaga jaraknya minimal 2 meter.
- Petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

Untuk waktu kegiatan di fasilitas olahraga ruang terbuka dapat langsung beroperasi dengan waktu buka pukul 05.00 WIB dan tutup 21.00 WIB. Ketentuannya sebagai berikut:
- Maksimal 50 persen kapasitas.
- Cuci tangan dengan sabun sebelum, selama dan sehabis main.
- Mengatur alur pergerakan orang pada saat berganti periode permainan dan menjaga jarak minimal 2 meter.
- Menerapkan SOP secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama.
- Wajib menggunakan peralatan olahraga milik pribadi.

Khusus untuk pusat kebugaran (gym), aturannya sedikit  berbeda yaitu buka pukul 06.00 WIB dan tutup pukul 21.00 WIB. Berikut ketentuannya:
- Maksimal 25 persen kapasitas.
- Jarak antar orang dan antar alat minimal 2 meter.
- Latihan bersama hanya diperbolehkan di luar ruangan (outdoor).
- Menerapkan SOP secara ketat pada area publik yang dipakai bersama-sama.
- Fasilitas dalam ruangan (indoor) dilengkapi dengan alat pengatur sirkulasi udara.
- Petugas memakai masker, face shield, dan sarung tangan.

 

 

(sumber: dikutip dari detiknews)

Penulis: Iwan
Editor:Mika Syagi

Artikel Populer