Nizar Ali : Tokoh Agama Jangan Jadi Marketing Penyelenggara Umroh

Dirjen PHU Nizar Ali (tengah), Direktur Bina Umum & Haji Khusus Arfi Hatim (kanan), Kabid Haji Kanwil Jabar Ajam Mustajam (kiri). Foto : Sugito

JAKARTAINSIGHT.com | Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama,Nizar Ali di hadapan peserta Sosialisasi Regulasi Peraturan tentang PPIU dan Pengukuhan Forum Komunikasi dan Silaturahim Travel Umrah Jawa Barat, Kamis (11/10) di Bandung mengimbau kepada para tokoh agama agar tidak tergiur menjadi marketing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Nizar menjelaskan, ketika seorang tokoh agama menjadi agen lalu mencari calon jamaah, ia akan berhadapan langsung dengan jamaahnya di saat travel tersebut bermasalah di kemudian hari. Sehingga tokoh agama tersebut pada akhirnya tidak lagi dipercaya oleh masyarakat.

"Jangan sampai pihak-pihak seperti tokoh agama dijadikan marketing.Mereka belum tentu tahu, apakah travel ini sehat atau tidak, punya izin atau tidak, bagaimana kondisi keuangannya," ujar Nizar.

Nizar menambahkan, pada dasarnya Kemenag tidak melarang strategi-strategi marketing yang dilakukan oleh PPIU. Ia menyarankan agar mulai memberdayakan para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan para penyuluh di Kantor Urusan Agama (KUA) untuk mensosialisasikan penyelenggaraan umrah kepada masyarakat.

Nizar juga menyarankan agar dalam menetapkan agen marketing, PPIU hendaknya menuangkannya dalam Surat Keputusan (SK) tidak hanya secara lisan.

“Selama ini para tokoh agama tidak mengerti seluk-beluk travel mana yang berizin atau tidak, jadi kalau dia dilibatkan dalam marketing itu sama saja dengan menjebak tokoh agama,” tutup Nizar.

 

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

BERITA LAINNYA