Ancam Iran, Trump Bentrok dengan Uni Eropa

Federica Mogherini di Wellington, Selandia Baru, saat meminta Uni Eropa tingkatkan bisnis dengan Iran. Foto: Mark Tantrum/Getty Images

JAKARTAINSIGHT.com | Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump baru-baru ini mengancam akan memblokir perdagangan Iran dari pasar AS.

Berlawanan dengan pernyataan Trump, perwakilan tinggi Uni Eropa untuk urusan luar negeri, Federica Mogherini mendesak orang Eropa untuk meningkatkan bisnis dengan Teheran meski ada ancaman AS.

Federica mengatakan, Brussels tidak akan membiarkan perjanjian 2015 dengan Tehran mati, dan dia juga mendesak orang Eropa untuk membuat keputusan investasi mereka sendiri.

Uni Eropa, Cina dan Rusia tetap pada kesepakatan bersama dimana sanksi ekonomi terhadap Iran telah dicabut sebagai imbalan bagi rezim yang membatasi aspirasi nuklirnya.

Trump dinilai mengingkari perjanjian pada bulan Mei, malah ia menyebut bahwa kesepakatan tersebut dibuat sepihak dan seharusnya tidak pernah dibuat.

Benturan antara AS dan Uni Eropa itu berisiko mendestabilisasi hubungan transatlantik yang lebih luas setelah presiden komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, dan Trump bersumpah di Gedung Putih untuk meningkatkan perdagangan bebas tarif antara Uni Eropa dan AS serta untuk bergerak dari ketidaksepakatan baru-baru ini.

Selama perjalanan ke Wellington, Selandia Baru, pada hari Selasa, Mogherini mengatakan, pihaknya akan terus berupaya menjaga Iran dalam kesepakatan agar mendapat manfaat ekonomi dari perjanjian.

"Kami melakukan yang terbaik untuk menjaga Iran dalam kesepakatan, untuk menjaga Iran mendapatkan manfaat ekonomi dari perjanjian yang diberikan kepada rakyat Iran, karena kami percaya ini adalah kepentingan keamanan tidak hanya di wilayah kita tetapi juga dunia," dilansir The Guardian, Rabu (8/8/2018).

“Jika ada satu bagian dari perjanjian internasional tentang non-proliferasi nuklir yang disampaikan, itu harus dipertahankan," lanjutnya.

Pihaknya mengutamakan untuk mendorong usaha kecil dan menengah khususnya dalam meningkatkan bisnis dengan dan di Iran sebagai bagian dari sesuatu yang dinilai bagian dari prioritas keamanan.

Sedangkan beberapa jam sebelumnya, Trump melalui Twitter mengeluarkan cuitan bahwa sanksi Iran secara resmi telah dilemparkan, dan merupakan sanksi paling menggigit yang pernah dikenakan.

"Siapa pun yang berbisnis dengan Iran tidak akan berbisnis dengan Amerika Serikat. Saya menginginkan perdamaian dunia, tidak kurang! ” ujar Trump.

 

Penulis: Ganest
Editor:Ganest

Artikel Terkait

BERITA LAINNYA