IBME 2018 Hadirkan Enam Sektor Industri Dalam Satu Pameran

Presiden Direktur PT Wahyu Promo Citra, H. Sukur Sakka dalam sambutan pembukaan IBME 2018 di JIExpo, Kemayoran.

JAKARTAINSIGHT. com | PT Wahyu Promo Citra selaku sebuah perusahaan event organizer terbesar di Indonesia kembali menyelenggarakan event “Indonesia Building Mechanical & Electrical (IBME)” di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat.

IBME yang diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 11-13 Juli 2018 menampilkan 6 sektor industri yang dipamerkan dengan sistem business to business (B2B) dan juga business to customers (B2C), antara lain: 3rd Indonesia Lift & Escalator Expo, Indonesia HVACR & Energy Efficiecy Expo, Indonesia Smart Security Fire & Rescue, Indonesia Facility Management-Security Safety Expo, Indonesia Steel Building & Metal Structure Expo, dan InaChem Expo.

Hari ini, Rabu (11/07/2018) IBME dibuka secara resmi dan untuk umum, dan dibuka oleh Ir. Haryanto selaku Dirjen Industri Logam/Mesin/Alat Transportasi & Elektronik Kementerian Perindustrian.

H. Sukur Sakka selaku Presiden Direktur PT Wahyu Promo Citra menjelaskan dalam sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan event ini tidak dapat berjalan sempurna tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, baik peserta, sponsor, dan para penggiat usaha di tanah air serta tak lupa dukungan dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian.

“Semua kegiatan yang dilangsungkan di acara ini bukan hanya sebagai ajang menjual produk saja (terutama para tenant dari mancanegara) tetapi juga dapat bersinergi dan bekerja sama dengan para pengusaha lokal. Dan bagi para pengusaha lokal ini diharapkan dengan adanya event seperti ini dapat terus meningkatkan nilai ekspor dalam negeri,” demikian lanjut Sukur Sakka.

Senada dengan Sukur, Ir. Haryanto yang mewakili Menteri Perindustrian juga menyampaikan pandangan dan dukungan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian dengan menyusun RIPIN (Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional), dimana terdapat sepuluh industri prioritas yang salah satunya adalah industri pembangkit energi.

Dalam RIPIN 2015-2035 ini memuat kebijakan tentang pemanfaatan energi tenaga surya, yang mencakup mengenai pengembangan roadmap, memfasilitasi sekian pabrik pengolahan material menjadi kompenen pembangkit listrik tenaga surya, memfasilitasi ahli teknologi khusus cell surya, memfasilitasi penelitian dan pengembangan produk solar cell untuk implementasi industri dan masyarakat, dan mengembangkan kebijakan pemanfaatan listrik rumahan dari solar cell untuk menambah kapasitas daya listrik nasional.

Event kali ini diikuti oleh sekitar 200 perusahaan baik dalam maupun luar negeri yang ambil bagian. Sekali lagi ajang pameran ini dapat dijadikan juga sebagai wadah untuk pengembangan industri dalam negeri agar dapat bersaing dan meningkatkan nilai ekspor.

Penulis: Iwan
Editor:Ganest

Artikel Terkait

BERITA LAINNYA