Usai Kegagalan Kudeta 2 Tahun Silam, Pemerintah Turki Pecat 18.500 Pegawai Pemerintahan

Foto : Istimewa

JAKARTAINSIGHT.com | Dilansir dari BBC, Pemerintah Turki melakukan pemecatan besar - besaran, yakni sebanyak 18.500 pegawai pemerintahan dari kalangan kepolisian, militer dan akademisi usai kegagalan kudeta yang berlangsung pada 2016 lalu.

Ke - 18.500 pegawai pemerintah tersebut karena diduga tersangkut dengan organisasi teror atau kelompok teroris yang menyerang keamanan nasional Turki. Laporan-laporan yang dilansir media Turki menyebutkan, kebijakan tersebut menjadi gelombang pemecatan yang terakhir.

Turki berstatus gawat darurat sejak Juli 2016 terkait upaya makar terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Media-media di Turki ragu jika dekrit pemecatan PNS secara besar-besaran yang diterbitkan pada Minggu 8 Juli 2018 mengindikasikan status gawat darurat Turki akan segera berakhir. 

Menurut Kantor HAM Amerika Serikat pada Maret lalu, sejauh ini otoritas Turki telah memecat sekitar 160.000 pegawai negeri sipil semenjak upaya kudeta militer yang gagal. Di antara mereka ada yang ditahan. Sementara lebih dari 50.000 sudah diadili dan saat ini mendekam di penjara.

Upaya otoritas pemerintahan tersebut sebagai upaya pemberangusan terhadap kelompok opoisisi ini telah mengundang kritikan dari negara-negara Barat.

Pemerintah Turki menuding Fethullah Gulen, seorang ulama dari Turki yang berlindung ke Amerika Serikat sebagai dalang dibalik upaya percobaan kudeta terhadap Erdogan.

Penulis: Addo
Editor:Ganest

Artikel Terkait

BERITA LAINNYA