Ancaman Sanksi Baru Bagi Suriah dari Uni Eropa

Uni Eropa (foto/istimewa).

JAKARTAINSIGHT.com | Dari Brussel, Belgia dilaporkan bahwa Uni Eropa tengah mempersiapkan dan  menelaah kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah, demikian pernyataan yang disiapkan oleh para menteri luar negeri kelompok negara-negara Eropa itu.

Hal ini (sanksi-sanksi baru) akan mencakup langkah untuk memasukkan lebih banyak orang ke dalam daftar hitam terkait perkembangan dan penggunaan senjata kimia.

Hari Senin mendatang di jadwalkan para menteri akan bertemu untuk membahas masalah Suriah di tengah kemungkinan bahwa negara-negara Barat akan melancarkan serangan militer setelah dugaan serangan senjata kimia oleh pemerintah Suriah pada 7 April.

Menurut informasi yang didapat para pejabat tinggi Uni Eropa pada Jumat mengatakan "bukti yang ada jelas menunjuk pada rezim Suriah" dalam penyelidikan menyangkut serangan gas di kota Douma, yang menewaskan puluhan orang.

Donald Trumph, Presiden Amerika Serikat memperingatkan bahwa serangan militer kemungkinan akan dilakukan sebagai tanggapan. Anggota Uni Eropa, Prancis, mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa pemerintah Suriah melancarkan serangan gas itu.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah mendapatkan dukungan dari menteri-menterinya untuk mengambil tindakan bersama Amerika Serikat dan Prancis guna mencegah Suriah menggunakan senjata kimia di masa depan.

Namun pernyataan ketiga negara tersebut tidak diikuti oleh Jerman, Italia dan Belanda yang mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi dalam aksi militer apa pun.

Sebagian besar dari negara-negara anggota Uni Eropa sisanya menolak membicarakan sikap mereka dalam mempersiapkan pertemuan para menteri pada Senin.

Para diplomat dan pejabat di Brussel menekankan bahwa rancangan pernyataan para menteri bisa berubah pada akhir pekan, tergantung perkembangan.

Adapun rancangan pernyataan itu mengacu pada sanksi-sanksi Uni Eropa yang telah diterapkan terhadap Suriah.

Sanksi itu berupa daftar hitam yang berisi 257 orang karena "kekerasan yang brutal" terhadap warga sipil, juga karena mendapat keuntungan dari atau mendukung rezim Suriah. Uni Eropa juga membekukan aset-aset milik hampir 70 pihak.

Untuk saat ini, rancangan pernyataan itu tidak menyebut-nyebut soal langkah militer.

"Uni Eropa akan terus mempertimbangkan untuk menerapkan langkah pengekangan lebih lanjut terhadap Suriah sejauh penindasan masih berlangsung," menurut rancangan pernyataan yang akan disampaikan para menteri itu pada Senin. (antaranews, reuters)

 

Penulis: Iwan
Editor:Ganest

Artikel Terkait

BERITA LAINNYA